Sumbawa Memanggil! Aksi Akbar Rakyat Bersatu Tuntut Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa 2 Juni Mendatang

TALIWANG — Gelombang semangat perjuangan masyarakat di Pulau Sumbawa untuk mekar dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali membara. Elemen masyarakat yang tergabung dalam komite perjuangan wilayah bersiap menggelar aksi akbar serentak pada 2 Juni hingga 2 Juli 2026 mendatang di Poto Tano, Lokasi tersebut merupakan pintu masuk Pulau Lombok dan Sumbawa

​Aksi kolosal ini mengusung semboyan pembakar semangat: “Bersatu, Berjuang, Menang, Merdeka!”
​Gerakan ini merupakan bentuk murni dari aspirasi arus bawah rakyat tana Samawa dan tana Mbojo yang menilai bahwa pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) sudah menjadi harga mati demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

​Rencana aksi yang akan dipusatkan di titik-titik strategis kabupaten/kota se – Pulau Sumbawa ini diprediksi akan melibatkan ribuan massa. Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, akademisi, hingga elemen buruh dan petani dijadwalkan turun ke jalan untuk menyuarakan hak konstitusional wilayah.

​”Ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah seruan moral dan politik dari seluruh rakyat Pulau Sumbawa. Kita ingin menegaskan kembali kepada pemerintah pusat bahwa moratorium DOB harus dibuka khusus untuk wilayah-wilayah strategis yang sangat siap seperti PPS,” Tegas Presiden Presidium PPS Sahril Amin salah satu koordinator lapangan.

Menurut Sahril, akrab disapa Dea Naga ini menyebut semboyan “Bersatu, Berjuang, Menang, Merdeka” dipilih bukan tanpa alasan. Semboyan tersebut merefleksikan fase gerakan saat ini dalam pengertian.

Bersatu, meleburnya seluruh ego sektoral kabupeten/kota (Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima) demi satu visi.

​Berjuang, Kesiapan mengawal proses politik dan birokrasi di tingkat pusat secara konsisten.

​Menang, Target mutlak terwujudnya Provinsi Pulau Sumbawa.

Merdeka, Terbebas dari ketimpangan pembangunan regional dan kemandirian dalam mengelola potensi daerah sendiri.

​Tuntutan utama aksi, berdasarkan konsolidasi awal, aksi akbar ini akan membawa beberapa poin tuntutan krusial yang ditujukan kepada Presiden RI dan DPR RI, di antaranya.

​Mendesak Pemerintah Pusat segera membuka keran pemekaran daerah khusus untuk Provinsi Pulau Sumbawa yang secara administratif dan potensi riil sudah sangat layak.

​Kemudian, Menagih komitmen para elite politik pusat dan daerah yang sejak bertahun-tahun lalu menjanjikan pemekaran PPS sebagai program strategis nasional dan menuntut pengelolaan sumber daya alam (SDA) melimpah di Pulau Sumbawa dapat dikelola secara mandiri demi mengentaskan kemiskinan dan memacu infrastruktur lokal.

​Seruan aksi ini kepada kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima, hingga Kota Bima untuk mempersiapkan diri dan merapatkan barisan menyambut tanggal 2 Juni.

Walaupun demikian, Massa aksi juga ditekankan untuk tetap menjaga ketertiban, kondusifitas daerah, serta melaksanakan aksi dengan damai namun tetap berkomitmen tinggi.

​Aliansi pejuang PPS meyakini, dengan bersatunya seluruh elemen, mimpi lama masyarakat Pulau Sumbawa untuk berdiri di atas kaki sendiri sebagai sebuah provinsi berdaulat akan segera menjadi kenyataan.
​PPS: Bersatu, Berjuang, Menang.(rj)