Marak Modus Penipuan Kerja Luar Negeri, Bupati Sumbawa Barat Minta Warga Waspada

​Sumbawa Barat, KSB NEWS – Maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan kerja non – prosedural menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur janji manis oknum perekrut tenaga kerja.

​Imbauan tersebut disampaikan Bupati saat membuka Sosialisasi Pencegahan TPPO Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026 di Kedai Sawah, Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang, Selasa (8/9).

​Bupati menegaskan, pencegahan TPPO tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), melainkan butuh kerja sama hingga tingkat desa dan kelurahan.

​”Kita harus memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat. Jangan sampai karena tergiur janji manis atau proses serba cepat, akhirnya justru menjadi korban penipuan dan eksploitasi di negeri orang,” tegas Amar.

​Ia menugaskan para camat, kepala desa, lurah, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memperketat pengawasan di lingkungan masing – masing.

​”Mari kita pasang mata dan telinga. Jangan sampai ada lagi warga kita yang terbujuk rayu lalu diberangkatkan secara non – prosedural,” tambah Bupati.

​Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, mengungkapkan saat ini pihak Pemkab KSB tengah menangani dua kasus dugaan TPPO yang menimpa warga setempat.

​Kasus pertama menimpa Rosita binti Hamzah, warga Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang. Dijanjikan bekerja di Dubai, namun setelah transit 10 hari, ia justru diterbangkan secara ilegal ke Libya dan kini sedang dalam proses pemulangan.

​Kasus kedua warga Desa Mura yang dijanjikan menjadi guru di Brunei Darussalam, namun dialihkan dan dipekerjakan di Malaysia. Pemulangan saat ini sedang dikoordinasikan bersama KBRI Kuala Lumpur.

​”Sengaja kami melibatkan aparat desa dan kewilayahan karena mereka adalah ujung tombak di lapangan. Kepala desa dan lurah adalah orang yang paling paham kapan warganya berada di tempat atau berniat pergi,” ujar Slamet.

Kegiatan sosialisasi ini turut menghadirkan narasumber dari BP3MI NTB, Polres Sumbawa Barat, serta Imigrasi TPI Kelas II Sumbawa. Hadir pula dua korban TPPO yang telah berhasil dipulangkan dari Libya, yakni Nur Hayati asal Seteluk dan Tiara Salwa asal Brang Rea, serta jajaran Forkopimda Sumbawa Barat.(admin01)