Sumbawa Barat, KSB NEWS — Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bergerak cepat memperkuat sektor agribisnis peternakan melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet).Jum’at (14/8)
Langkah strategis ini diambil untuk menjamin kesehatan ternak sapi sekaligus menopang keberhasilan Program KSB Maju Luar Biasa.
Penguatan layanan kesehatan ternak dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas sapi dan menjamin kelangsungan usaha para peternak lokal.
Untuk menyukseskan program tersebut, Bidang Keswan dan Kesmavet mengusung tiga pilar utama yakni, Pendampingan Intensif Dokter Hewan. Pemerintah menerjunkan langsung para dokter hewan ke lapangan sebagai fasilitator kelompok peternak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat Jamilatun, S.Pt., M.M.,lnov, menyampaikan bahwa, tenaga medis veteriner ini bertugas memberikan pendampingan berkelanjutan, mulai dari deteksi dini penyakit, konsultasi manajemen pemeliharaan, hingga penanganan medis darurat.
Termasuk pasokan obat – obatan dan sarana sanitasi, guna menunjang daya tahan tubuh ternak dan kebersihan lingkungan, disalurkan pula bantuan logistik kesehatan secara komprehensif, meliputi vitamin, untuk menjaga kebugaran dan mempercepat bobot tumbuh sapi.
Lalu, antibiotik, obat cacing yang diberikan untuk mengobati infeksi bakteri serta membasmi parasit internal. Desinfektan sterilisasi area kandang dan peralatan untuk menekan penyebaran kuman.
Sebagai pilar pencegahan (preventif), program vaksinasi ditingkatkan secara signifikan guna mengantisipasi Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang berpotensi memicu kerugian ekonomi besar.
Fokus sasaran vaksinasi ini mencakup penanganan penyakit Anthraks, Ngorok (SE), serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sinergi dan koordinasi erat antara tenaga medis dengan para peternak di lapangan diharapkan mampu mewujudkan ekosistem peternakan sapi di KSB yang sehat, bebas penyakit, dan berdaya saing tinggi demi mendukung ketahanan pangan nasional.*
