KSBNEWS, Taliwang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat terus memantapkan kesiapan pelayanan kesehatan primer melalui program inovatif SIAGA PRIMA KSB (Sistem Integrasi dan Akselerasi Gerakan Pelayanan Primer Berbasis Risiko).
Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Dinkes menggelar On the Job Training (OJT) kegawatdaruratan ibu dan anak guna meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan (nakes).
Pelatihan ini menargetkan dokter, perawat, dan bidan agar lebih sigap mengenali tanda bahaya sejak dini, melakukan stabilisasi dan tindakan awal, hingga menentukan rujukan secara cepat dan presisi.
Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS, MQM, menegaskan bahwa keandalan sistem berbasis teknologi wajib diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
”SIAGA PRIMA KSB mendorong pelayanan kesehatan bertransformasi dari sekadar menunggu pasien menjadi lebih aktif menjangkau masyarakat berbasis risiko. Kecepatan mengenali risiko dan ketepatan tindakan awal sangat menentukan keselamatan ibu dan bayi,” ujar dr. Carlof.
Memanfaatkan data terpadu untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat dan masalah kesehatan yang berisiko tinggi.
Memperkuat tata kelola, sinergi, serta integrasi jejaring pelayanan dari tingkat desa hingga rujukan.
Memastikan temuan risiko langsung ditindaklanjuti dengan penanganan cepat, tepat, dan aktif oleh nakes.
OJT kegawatdaruratan ini menjadi wujud nyata penguatan pada pilar Siaga Layanan. Melalui skema ini, nakes di Puskesmas, jaringan pelayanan desa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans, hingga rumah sakit rujukan dapat berkoordinasi secara mulus mulai dari deteksi kasus, penanganan pertama, konsultasi klinis, hingga mobilisasi pasien.
Saat ini, SIAGA PRIMA KSB tengah memasuki fase uji coba di beberapa Puskesmas percontohan (pilot project). Evaluasi berkesinambungan terus dilakukan guna menyempurnakan alur pelayanan, integrasi data, dan kesiapan SDM sebelum sistem ini diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
