Dinilai Arogan dan Coreng Nama Baik KSB, Pemindahan Lokasi Porprov Kick Boxing Direspons Keras

Taliwang, KSB NEWS – Keputusan sepihak Pengurus Provinsi (Pengprov) Kick Boxing NTB yang memindahkan lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menuai kecaman keras.

Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya sewenang – wenang, tetapi juga merupakan bentuk penghinaan terhadap masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

​Ketua Kick Boxing KSB, Santri Yusmulyadi, ST, secara blak – blakan meluapkan kekecewaan dan kegeramannya atas arogansi kepengurusan tingkat provinsi.

Santri mengaku kaget bukan main lantaran mendadak “didepak” dari posisinya di tengah kerja keras mempersiapkan fasilitas pendukung demi menyukseskan Porprov di KSB.

​“Saya sendiri kaget dipecat sebagai pengurus Kick Boxing di saat sedang mempersiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan Porprov. Dengan arogan, Ketua Kick Boxing NTB memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov!” tegas Santri dengan nada geram.

​Usut punya usut, Santri membeberkan bahwa polemik ini dipicu oleh nafsu kekuasaan terkait kebijakan anggaran.

Kick Boxing NTB disinyalir meradang lantaran Santri bersama KONI KSB menolak menyerahkan anggaran pelaksanaan Porprov ke tangan pengurus provinsi.

​Menurutnya, aturan dan kebijakan anggaran Pemerintah KSB sudah sangat jelas, Anggaran wajib dikelola secara transparan oleh KONI bersama cabang olahraga (cabor) di tingkat daerah selaku tuan rumah.

​“Kenapa anggaran harus diberikan ke Kick Boxing NTB, sementara pelaksanaan di KSB?” cecar Santri mempertanyakan transparansi dan motif di balik desakan tersebut.

​Selain itu, hal yang paling menyulut amarah publik adalah alasan pemindahan lokasi yang dinilai mengada – ada dan sarat fitnah.

Pihak Pengprov dikabarkan melempar isu bahwa KSB tidak aman untuk menggelar kompetisi.

Berkaitan dengan itu, Santri mengingatkan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut telah menginjak – injak dan menyinggung perasaan masyarakat KSB.

Ia menantang balik klaim sepihak tersebut dengan menyodorkan fakta rekam jejak keamanan KSB.

​“Ingat ya, KSB tercatat sebagai daerah Zero horizontal konflik, atau kabupaten yang dinyatakan paling aman di NTB!” cetusnya menepis keras tudingan miring tersebut.

​Meski dizalimi melalui surat pemecatan yang tiba-tiba, nyali Santri Yusmulyadi tidak ciut sedikit pun. Ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah segalanya, namun harga diri atlet dan daerah jauh di atas segalanya.

​Pemecatan ini dipastikan tidak akan menyurutkan langkahnya untuk pasang badan mendampingi para atlet Kick Boxing KSB yang siap bertarung habis – habisan di Porprov NTB mendatang.

​“Saya tidak gila menjadi ketua Cabor! Tetapi semangat mengejar target perolehan medali tidak boleh surut, meskipun lokasi pelaksanaan Porprov dipindahkan secara sepihak,” pungkas Santri dengan nada menantang.(red)