Askab PSSI Sumbawa Barat Kecam Kepemimpinan Wasit dan Minimnya Pengamanan di Porprov NTB 2026

MATARAM, KSB NEWS – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sumbawa Barat (KSB) melayangkan kecaman keras terhadap kinerja wasit dan panitia pelaksana cabang olahraga sepak bola Porprov NTB 2026.

Kritik ini mencuat pasca kericuhan yang mewarnai laga bertensi tinggi antara KSB melawan Kota Bima di GOR 17 Desember, Mataram, Rabu (15/7/2026).

​Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Askab PSSI KSB, Dr. H.W. Musyafirin, melalui Sekretaris Umum Indra Irawan LM pada Kamis (16/7/2026).

KSB menilai perangkat pertandingan tidak mampu mengendalikan jalannya laga secara profesional dan gagal mengantisipasi potensi konflik dalam duel dua tim finalis Porprov tersebut.

​”Berdasarkan evaluasi kami, kepemimpinan wasit selama pertandingan dinilai tidak adil dan tidak konsisten. Puncaknya saat kericuhan terjadi, dua pemain KSB justru menerima kartu merah, padahal insiden tersebut melibatkan kedua tim,” ujar Indra.

​Selain menyoroti keputusan wasit yang dinilai berat sebelah, Askab PSSI KSB juga mengkritik lemahnya sistem keamanan di stadion serta proses pengambilan keputusan pasca insiden yang dianggap sepihak tanpa melibatkan ofisial KSB.

Menurut Indra, saat kericuhan pecah, personel keamanan yang bersiaga di lapangan sangat minim.

​Atas insiden ini, Askab PSSI KSB mendesak Panitia Cabor Sepak Bola Porprov NTB untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Mereka juga meminta Asprov PSSI NTB lebih selektif dalam menugaskan perangkat pertandingan demi menjaga integritas dan sportivitas kompetisi.

​Kendati melayangkan protes keras, pihak Askab PSSI KSB menyatakan penyesalannya atas kegaduhan yang terjadi. Mereka mengaku telah melakukan evaluasi internal terhadap pemain dan ofisial, serta tetap berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai – nilai sportivitas hingga akhir turnamen.(r/j)