Asah Pola Asuh Masa Golden Age, Orang Tua Lintas Kecamatan di Sumbawa Barat Sambut Antusias Program NGIBAR

KSBNEWS, Taliwang – Kesadaran akan krusialnya masa emas (golden age) pertumbuhan anak memicu antusiasme tinggi di kalangan wali murid dan pendidik anak usia dini se – Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka rela menempuh perjalanan jauh dari berbagai pelosok kecamatan untuk berkumpul di Aula Istana Ceria TK Negeri Pembina Sumbawa Barat, Selasa (6/10/2026).

​Kedatangan para orang tua dan pendidik ini bukan tanpa alasan. Mereka hadir untuk memperdalam wawasan pola asuh dalam agenda Sosialisasi Terpadu Pijar Bunda PAUD, sekaligus menyambut peluncuran gerakan NGIBAR (Ngasuh Anak-Giat Interaksi Bersama Anak di Rumah).

​Bagi para peserta, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk mengevaluasi sekaligus membenahi cara mendidik anak sejak usia dini.

Di era modern saat ini, pengasuhan dinilai tidak lagi cukup hanya mengandalkan kebiasaan lama. Orang tua butuh bekal pengetahuan yang relevan serta teladan nyata yang konsisten di lingkungan keluarga.

​Wakil Bupati Sumbawa Barat yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, menegaskan bahwa fondasi karakter dan tumbuh kembang anak sejatinya pertama kali dibentuk oleh figur ibu serta kualitas interaksi di rumah.

​”Siapa lagi yang akan menjadi cahaya penerang keluarga kalau bukan kita para ibu. Ibu adalah madrasah pertama di rumah, sehingga kolaborasi antara apa yang dicontohkan orang tua dan pendidikan di sekolah menjadi kunci utama,” tutur Hj. Hanipah

​Lebih lanjut, Hj. Hanipah menekankan pentingnya penguatan Gerakan Rumah Peduli PAUD Berbasis Dasawisma. Strategi ini diterapkan agar perlindungan serta pemenuhan hak tumbuh kembang anak dapat menjangkau hingga ke tingkat unit masyarakat terkecil.

​Menariknya, skema ini terintegrasi langsung dengan program penanganan stunting terpadu. Nantinya, setiap kelompok dasawisma akan aktif memantau kondisi kesehatan, kecukupan gizi, hingga memastikan keikutsertaan anak usia dini di jenjang PAUD.

​Dukungan senada turut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB, Suarman, S.Pd., M.Si. Ia menggarisbawahi bahwa esensi pendidikan prasekolah harus bertumpu pada pendekatan yang menyenangkan dan ramah anak.

​”Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah belajar sambil bermain. Ikhtiar ini membuktikan komitmen daerah untuk terus menghadirkan ruang tumbuh kembang yang ramah anak secara nyata,” ungkap Suarman.

​Kemeriahan dan kekhusyukan rangkaian acara diisi dengan pemaparan materi bertajuk “Parenting Pijar Bunda PAUD, Bersama Keluarga Tumbuh Kembang Anak Lebih Baik” yang disampaikan oleh narasumber Juliah Hidayati.

Tak sekadar mendengarkan teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi kelas parenting interaktif serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret bagi satuan pendidikan dan para orang tua.*