Skandal Porprov NTB, Persiapan Sudah 90%, Venue Kickboxing Mendadak Dipindah Sepihak, KONI KSB Meradang

Taliwang, KSB NEWS – Sebuah keputusan kontroversial mengguncang jagat olahraga Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) NTB secara mendadak dan sepihak membatalkan Alun-Alun Kota Taliwang sebagai venue resmi Cabang Olahraga (Cabor) Kickboxing untuk Porprov ke-12 NTB.

​Padahal, persiapan di lapangan sudah matang dan mencapai 90% rampung. Pembatalan tiba-tiba ini tak pelak memicu gelombang kemarahan besar serta menghembuskan aroma tak sedap.

​Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) KSB, Andi Laweng, MH, tidak dapat menyembunyikan kekecewaan sekaligus amarahnya saat mendengar kabar tersebut.

Ia mengaku sangat kaget dengan usulan mendadak dari pengurus provinsi yang ingin memindahkan lokasi pertandingan.

Ini keputusan semborono
​”Jujur, saya sangat kaget dan kecewa dengan adanya pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov cabor Kickboxing ini,” tegas Andi Laweng dengan nada tinggi, pada Rabu (8/7).

​Andi langsung bergerak cepat memanggil Ketua Kickboxing KSB untuk meminta klarifikasi dan mencari tahu apa dasar kuat di balik keputusan yang dinilai merugikan tersebut.

Ia mengingatkan pengurus provinsi bahwa penunjukan KSB sebagai tuan rumah bukanlah proses instan, melainkan melalui proses panjang termasuk verifikasi lapangan yang ketat.

​”KONI NTB harus paham prosedur awal penetapan lokasi Porprov. Tidak bisa serta – merta langsung menyetujui pemindahan hanya karena permintaan sepihak pengurus Kickboxing Provinsi!” sesalnya.

​Akibat pembatalan sepihak ini, kerugian materiil tidak dapat dihindari. KONI KSB diketahui telah menggelontorkan anggaran besar untuk persiapan awal, termasuk pembelian material infrastruktur pertandingan yang kini terancam mubazir.

​Berdasarkan data yang dihimpun, Pengurus Provinsi KBI NTB berdalih bahwa pemindahan venue dari Alun – Alun Kota Taliwang terpaksa dilakukan karena beberapa faktor krusial.

Lapangan terbuka di Alun-Alun Taliwang dikhawatirkan rawan konflik dan benturan massa antar pendukung atlet.

​KBI NTB mengklaim akan kesulitan memenuhi kebutuhan tim medis spesialis di lokasi, khususnya
​Dokter Spesialis Tulang (Ortopedi)
​Dokter Spesialis Dalam
​Dokter Spesialis Jantung dan Terbatasnya sistem pengamanan lapangan serta jarak atau akses evakuasi darurat menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi NTB.

​Hingga berita ini diturunkan, publik olahraga NTB masih menunggu ketegasan KONI NTB untuk menengahi polemik ini.

Apakah Porprov Kickboxing akan tetap dipindahkan, ataukah KBI NTB harus tunduk pada komitmen awal demi keadilan bagi tuan rumah.(red)