BRIDA KSB Siapkan Budidaya Kurma Kultur Jaringan

Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) tengah bersiap mengembangkan budidaya tanaman kurma dengan memanfaatkan bibit hasil teknik kultur jaringan. Program ini diharapkan menjadi salah satu inovasi pengembangan sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah, mengatakan bahwa rencana pengembangan budidaya kurma tersebut telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.

“Komunikasi kami dengan tiga pihak ini sudah terjalin. Pak Bupati dan Pak Sekda juga support dengan langkah kami ini,” ujar Mars, Jumat (20/2/2026).

Dalam pengembangannya, BRIDA KSB menjalin kerja sama dengan beberapa pihak strategis. Di antaranya BRIDA Provinsi NTB yang akan menyediakan bibit kurma hasil pengembangan teknologi kultur jaringan.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta PT Ukhuwah Datu Nusantara (UDAN). Lembaga tersebut sebelumnya dikenal berhasil mengawal pengembangan budidaya kurma di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Mars menjelaskan, BRIDA NTB saat ini sedang mengembangkan bibit kurma unggulan melalui metode kultur jaringan yang diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas pertanian potensial di Nusa Tenggara Barat.

Menariknya, hasil pengembangan bibit tersebut direncanakan akan pertama kali ditanam di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat sebagai lokasi percontohan.

“Kami sudah sampaikan komitmen itu ke BRIDA NTB dan BRIN, dan disambut positif,” katanya.

Sebagai langkah awal, BRIDA KSB telah menyiapkan lahan untuk lokasi penanaman kurma tersebut. Lahan yang akan digunakan berada di kawasan Balai Benih Induk (BBI) Poto Tano dengan luas sekitar dua hektare.

Lokasi ini dipilih sebagai tahap awal pengembangan sebelum nantinya diperluas ke wilayah lain yang memiliki potensi lahan sesuai dengan karakteristik tanaman kurma.

“Kami juga sudah usulkan untuk pembiayaannya. Dan kita juga sedang susun wilayah pengembangannya ke tempat lain. Target kami lahan tidur kita jadikan media tanam selama tanahnya cocok,” jelas mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB tersebut.

Mars menilai, pengembangan budidaya kurma memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan. Ia mencontohkan keberhasilan pengembangan kurma di Kabupaten Lombok Utara yang mulai menunjukkan potensi pasar yang luas.

Menurutnya, produksi kurma dari daerah tersebut tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga mulai dilirik pasar nasional hingga internasional.

“Kalau kita nanti berhasil mengembangkan pasarnya pasti ada,” klaimnya.

Lebih lanjut, Mars menegaskan bahwa program budidaya kurma ini juga menjadi bagian dari kontribusi BRIDA dalam mendukung program pembangunan daerah yang dicanangkan oleh Bupati Sumbawa Barat melalui program KSB Maju Luar Biasa.

“Ini kontribusi kami dalam menyukseskan program Pak Bupati itu,” ujarnya.

Dalam pengembangan lebih lanjut, BRIDA KSB juga akan mendapatkan dukungan dari BRIN RI khususnya dalam hal penelitian dan pengkajian kesesuaian lahan.

BRIN akan membantu melakukan riset terkait kualitas tanah dan kondisi lingkungan yang paling ideal untuk budidaya kurma di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

“Kalau menurut BRIDA wilayah Pulau Sumbawa termasuk KSB cocok untuk lokasi penanaman, tapi kita akan kuatkan dengan hasil penelitian BRIN juga,” pungkas Mars. (Jr).