KSBNEWS, Poto Tano — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Integrasi Layanan Primer (ILP) di Pustu Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kamis (22/10/2026).
Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.M.R.S., M.Q.M., meninjau secara langsung pelaksanaan pelayanan di lapangan. Mengevaluasi kesiapan sumber daya, serta memperkuat peran Pustu agar mampu menghadirkan layanan kesehatan yang dekat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan warga setempat.
dr. Carlof, M.M.R.S., M.Q.M., hadir didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sulastri, S.K.M., para pengelola program Dinkes, serta Kepala UPTD Puskesmas Poto Tano.
Selain meninjau fasilitas, rombongan juga berdiskusi langsung dengan para petugas kesehatan terkait kondisi dan kebutuhan operasional di wilayah Pustu Tambak Sari.
Dalam arahannya, dr. Carlof menegaskan bahwa Pustu harus hadir sebagai first responder atau garda terdepan dalam mengenali sekaligus merespons permasalahan kesehatan warga secara cepat.
”Ketersediaan tenaga kesehatan dan kader yang lengkap di Pustu Tambak Sari merupakan modal penting untuk mendukung suksesnya pelaksanaan ILP dan memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat,” ujar dr. Carlof.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan operasional, di mana pelayanan di Pustu wajib dilaksanakan sesuai jam kerja yang telah ditentukan.
Adapun untuk penanganan di luar jam kerja, masyarakat dapat memanfaatkan koordinasi layanan TRC Ambulans sesuai mekanisme yang berlaku.
Yang jelas, Pengaturan ini diharapkan memberi kepastian dan kemudahan akses bagi warga yang membutuhkan pertolongan mendesak.
Berdasarkan pemetaan kesehatan di wilayah Poto Tano, penyakit tidak menular (PTM) seperti Hipertensi (HT) dan Diabetes Melitus (DM) menjadi perhatian khusus karena cukup banyak ditemukan kasusnya.
Menanggapi hal tersebut, Dinkes KSB mendorong penguatan upaya promotif dan preventif melalui.
Edukasi kesehatan secara berkala.
Deteksi dini (skrining kesehatan).
Pemantauan berkala dan pendampingan bagi pasien PTM agar masyarakat lebih teredukasi dalam mencegah serta mengendalikan penyakit.
Tidak kalah penting, dr. Carlof mengimbau para tenaga kesehatan dan kader untuk aktif mengedukasi masyarakat guna menangkal maraknya berita hoaks seputar kesehatan.
Oleh karenanya, informasi yang disampaikan harus akurat, mudah dipahami, dan bersumber dari pihak yang kompeten agar warga dapat mengambil keputusan kesehatan yang tepat bagi keluarganya.
Komitmen untuk Sumbawa Barat Sehat
Melalui kegiatan Monev ILP ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong Pustu Tambak Sari agar semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai jejaring utama Puskesmas. Sinergi antara ketersediaan nakes, peran aktif kader, ketertiban layanan, serta promosi kesehatan yang berkelanjutan menjadi kunci terwujudnya masyarakat Sumbawa Barat yang lebih sehat.
Salam Sehat — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Siap Terus Maju dan Selalu Hadir untuk Masyarakat.
