Bupati Sumbawa Barat Paparkan Transformasi Kesehatan KSB di Forum Nasional

​JAKARTA, KSB NEWS – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) unjuk gigi memaparkan inovasi layanan kesehatan berbasis masyarakat dalam forum nasional Seminar, Workshop & Health Technology Expo 2026 yang digelar Perhimpunan Kolaborasi Kesehatan Nasional (PKKN) di Hotel Harris FX Sudirman, Jakarta, Jumat (5/9).

​Di hadapan para praktisi dan pejabat kesehatan se – Indonesia, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah memaparkan arah kebijakan daerah bertajuk “Transformasi Pelayanan Kesehatan Daerah – KSB Maju.” Maju Kesehatan”. Program unggulan ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, responsif, dan terintegrasi melalui Kartu Sumbawa Barat Maju.

​Menghadapi tantangan geografis KSB yang luas, Pemkab KSB meluncurkan inovasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans berbasis Puskesmas. Layanan ini mengubah paradigma pelayanan dari sekadar “menunggu pasien” menjadi “jemput bola” langsung ke rumah warga.

​Setiap tim TRC Ambulans menerjunkan dokter, perawat atau bidan, tenaga kesehatan pendukung, hingga pengemudi. Selain operasional tingkat Puskesmas, program ini menyediakan layanan rujukan gratis ke luar daerah serta bantuan biaya pendamping rawat inap.

Hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 28.672 layanan TRC Ambulans telah direalisasikan di seluruh wilayah KSB.

​Di sesi diskusi, strategi pengelolaan anggaran Pemkab KSB menjadi sorotan peserta seminar.

Amar Nurmansyah menjelaskan bahwa anggaran program Maju Kesehatan pada 2026 dialokasikan sebesar Rp9,48 miliar turun dari Rp13,61 miliar pada 2025.

​Kendati anggaran khusus program tersebut menyusut, total belanja kesehatan KSB justru meningkat dari Rp251,11 miliar (2025) menjadi Rp266,82 miliar (2026). Hal ini menunjukkan adanya integrasi data dan efisiensi tanpa menekan ruang fiskal sektor kesehatan lainnya.

​”Ukuran keberhasilan program tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat dengan penggunaan sumber daya yang efektif,” tegas Bupati.

​Inovasi tersebut mendapat pujian langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, MMRS, yang mengapresiasi pendekatan pelayanan berbasis kepala keluarga. Perwakilan PKKN juga memuji skema pemberian insentif khusus bagi tenaga kesehatan lapangan yang dinilai memotivasi pelayanan optimal.

​Melengkapi transformasi ini, Pemkab KSB turut memperkuat sistem lewat aplikasi SIAGA PRIMA KSB. Sistem ini mengintegrasikan data, dashboard tunggal, komando TRC, hingga alur rujukan agar pelayanan kesehatan semakin cepat dan tepat sasaran.