TALIWANG – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kaharuddin Umar, menyoroti persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah yang masih mengalami kesulitan saat musim kemarau.
Ia menegaskan, kebutuhan air bersih merupakan layanan dasar yang harus dijamin pemerintah daerah secara berkelanjutan.
“Air bersih itu kebutuhan utama. Jangan sampai setiap musim kemarau kita kembali bicara soal krisis yang sama,” tegas Kaharuddin.
Menurutnya, DPRD menerima laporan dari masyarakat terkait distribusi air yang belum merata serta infrastruktur jaringan yang belum menjangkau seluruh wilayah.
Kaharuddin menilai, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyediaan air bersih, termasuk kondisi sumber air, jaringan pipa, dan kapasitas produksi.
“Perencanaan harus jangka panjang. Jangan hanya solusi darurat dengan mobil tangki setiap tahun,” ujarnya.
Ia juga mendorong optimalisasi potensi sumber air lokal dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti embung serta sumur dalam di daerah rawan kekeringan.
Menurutnya, investasi pada infrastruktur air bersih akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan produktivitas ekonomi.
“Kalau air bersih terpenuhi, kualitas hidup masyarakat juga meningkat,” katanya.
DPRD KSB, lanjutnya, akan meminta laporan progres program air bersih serta alokasi anggaran yang disiapkan dalam APBD untuk memastikan pemerataan layanan.
“Kita ingin persoalan air bersih tidak lagi menjadi keluhan tahunan, tetapi benar-benar tertangani secara sistematis,” tutup Kaharuddin. (Jr).
