Ketua DPRD KSB Soroti Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok, Kaharuddin Umar: Pemerintah Harus Cepat Intervensi

TALIWANG – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kaharuddin Umar, menyoroti potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan maupun akibat gangguan distribusi.

Ia menegaskan, stabilitas harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Kalau harga kebutuhan pokok melonjak tanpa kontrol, yang paling terdampak adalah masyarakat kecil,” tegas Kaharuddin.

Menurutnya, pemerintah daerah harus memperkuat pengawasan pasar dan memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman agar tidak terjadi kepanikan yang memicu kenaikan harga lebih tinggi.

Kaharuddin juga mendorong dilakukannya operasi pasar atau intervensi distribusi apabila ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga oleh oknum tertentu.

“Pengawasan harus nyata. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan berlebihan,” ujarnya.

Ia menilai, koordinasi antara dinas perdagangan, dinas pangan, dan aparat penegak hukum perlu diperkuat untuk menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor produksi lokal, seperti pertanian dan perikanan, agar daerah tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar.

“Kalau produksi lokal kuat, tekanan harga bisa lebih terkendali,” katanya.

DPRD KSB, lanjutnya, akan meminta laporan berkala mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok serta langkah antisipasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Kita ingin masyarakat tenang dan tidak terbebani lonjakan harga. Pemerintah harus hadir menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tutup Kaharuddin. (Jr).