MATARAM, KSB NEWS – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung di Kota Mataram diwarnai keluhan terkait manajemen transportasi atlet.
Panitia Pelaksana (Panlak) Porprov dari KONI NTB, yang bertanggung jawab penuh atas mobilitas kontingen dari hotel menuju venue pertandingan dan sebaliknya, dinilai kurang siap.
Akibatnya, sejumlah cabang olahraga (cabor) telantar dan tidak mendapatkan layanan transportasi.
Demi mengejar jadwal pertandingan yang ketat, beberapa ofisial dan pengurus cabor terpaksa mengambil kebijakan darurat.
Mereka harus merogoh kocek sendiri agar para atlet bisa menggunakan angkutan umum berbayar (ojek online/taksi) demi tiba di lokasi pertandingan tepat waktu.
”Beberapa kali kami terpaksa mengambil kebijakan agar atlet menggunakan angkutan umum berbayar. Ini demi mengejar jadwal pertandingan agar atlet tidak didiskualifikasi,” ungkap salah satu perwakilan kontingen.
Na, Pemandangan berbeda justru ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Bertindak sebagai tuan rumah untuk dua cabang olahraga, Bupati Amar justru memberikan dukungan penuh dan instruksi tegas kepada KONI KSB untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu dari kabupaten/kota se-NTB.
Menyikapi arahan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI KSB, Mars Anugrainsyah, langsung bergerak cepat dengan menyiapkan skema transportasi yang matang dan humanis.
KONI KSB menyediakan 1 unit minibus khusus untuk setiap kabupaten/kota yang hadir di KSB.
Minibus ini didedikasikan penuh untuk melayani kebutuhan transportasi tamu daerah selama berada di KSB.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada atlet atau ofisial yang telantar seperti yang terjadi di pusat pelaksanaan kegiatan.
Langkah responsif dari Pemkab dan KONI KSB ini menuai apresiasi, sekaligus menjadi evaluasi besar bagi Panlak Porprov NTB di Mataram agar lebih profesional dalam mengelola logistik pesta olahraga terbesar di bumi gora ini.*
