oleh

Terkait Pembangunan Smelter, Aliansi Eks Karyawan PT.NNT, Bangun Kemitraan dengan AMNT

Taliwang — Aliansi Eks karyawan Comrel PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) angkatan tahun 2000, kini berencana menyatukan barisan guna mengambil bagian menjadi partner pada bidang pembangunan proyek smelter PT AMNT di Kecamatan Maluk KSB.

Ketua Aliansi Yoes Bidiman menyatakan kalau pihaknya kini akan coba membangun komunikasi intens dengan perusahaan pengganti PT.NNT tersebut dalam projek pembangunan Smelter atau Pabrik pemurnian Emas di daerah ini, sikap ini dianggap penting mengingat adanya beberapa kendala dalam proses pembangunannya, sementara proyek tersebut sangat di idamkan kehadirannya oleh warga bumi pariri lema bariri ini.

“saya mengajak kepada rekan rekan yang pernah terlibat langsung di Comrel agar dapat mengambil bagian dalam proses percepatan pembangunan smelter PT AMNT .” Ungkap Yoes Budiman kepada media ini, selasa (19/10 sore tadi.

Dikatakannya, bahwa suksesnya usaha pertambangan di batu hijau yang hingga saat ini dapat berjalan dengan lancar itu semua atas peran aktif dari bidang Comrel PT NNT. Dari segi tanggung jawab sosial serta moral terhadap masyarakat di daerah ini baik lingkar tambang maupun masyarakat umum lainya. “Usaha yang dilakukan bidang Comrel sangat positif yang mana pada saat itu setiap persoalan dapat diatasi oleh pihak comrel,sebelum ke pimpinan tertinggi di perusahaan”. Aku Yoes Budiman

Untuk itu dia berharap kepada managemen PT.AMNT untuk dapat memberi peran kepada pihaknya atau aliansi karyawan Comrel PT.NNT angkatan tahun 2000. Yang saat ini tidak lagi bekerja di perusahaan tambang batu hijau tersebut.

” Kami berharap kepada pihak managemen untuk dapat memberikan kesempatan kepada kami sebagai putra daerah dan eks karyawan ditempat itu, yang kini telah berganti managemen”. Harap Yoes Budiman.

Sembari juga menyebutkan kalau saat ini masyarakat lingkar tambang semenjak adanya pergantian perusahaan tambang batu hijau tersebut, terkesan Kalau masyarakat lingkar tambang merasa “merantau di negeri sendiri”, Kesan ini sangat tidak ingin kita dengar kembali dari masyarakat sekitar”. Pinta Yoes Budiman.(J/y)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.