Pertahankan kelas C, RSUD sumbawa Barat bakal menjadi Rumah Sakit Rujukan

KSBNews, – Sumbawa BaratRSUD Sumbawa Barat Asy Syifa patut mendapat apresiasi dari masyarakat bumi pariri lema bariri. Bagaimana tidak, disaat sejumlah rumah sakit besar yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak mampu mempertahankan kelas Rumah Sakit , Asy Syifa ternyata tidak tergoyah bahkan berkeinginan untuk maju dari kelas C menjadi B dalam 2 atau tiga tahun mendatang

Keberhasilan RSUD Asy Syifa mempertahanhan posisi di kelas C bukanlah sebuah kabar bohong. Terbukti dengan adanya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK 01.07/MENKES/373/2019 tentang reviu kelas Rumah Sakit. Dalam keputusan tersebut terlampir sebanyak 283 Rumah Sakit yang ada di indonesia mengalami penurunan kelas. Dari jumlah tersebut terdapat 10 rumah sakit di Propinsi NTB dan Asy Syifa tidak tercantum atau dengan kata lain berhasil bertahan di kelas C.

Direktur RSUS Asy Syifa melalui Kepala Bidang Komunikasi Publik informasi dan Rekam Medis Andy Suhaeri, S.ST mengaku telah menerima ucapan Selamat dari BPJS, dan diharap untuk mempersiapkan diri menjadi rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa.
” Hari Jumat kemarin, pihak BPJS datang memberi ucapan selamat, dan kami diminta bersiap karena tidak menutup kemungkinan jika Asy Syifa akan menjadi rumah sakit rujukan” bebernya.

Menurut Andy Suhaery, Jika tidak ada perubahan dalam SK Menteri Kesehatan, maka BPJS akan cendrung memberi rujukan pasien ke Rumah Sakit yang lebih tinggi kelasnya. Dalam hal ini RSUD Sumbawa Barat sangat memungkinkan menjadi tujuan rujukan di Pulau Sumbawa karena Asi Syifa tidak mengalami penurunan kelas Rumah Sakit.

Untuk hal ini lanjut dia, Asy Syifa memiliki sarana dan prasaran serta alat kesehatan yang memadai untuk rumah sakit kelas C. Bahkan jika terdapat kekurangan akan secepatnya dibenahi dan diupayakan peningkatan guna memberi pelayanan maksimal menuju harapan menjadi Rumah Sakit Kelas B.


” Sejauh ini kami baru memiliki 80 tenaga perawat, dokter specialis dan dokter umum, mudah mudahan dalam 2 atau tiga tahun ke depan dapat tersedia dokter subspecialis agar harapan untuk menjadi Rumah Sakit kelas B bisa terwujud ” lugasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *