oleh

Koperindag Akui Ketersedian Semen Terbatas

KSB NEWS – Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) Sumbawa Barat mengaku telah melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab kelangkaan semen khususnya Merk Tiga Roda di wilayah setempat. Penelusuran dimulai dengan melakukan pemantauan ke gudang Distributor maupun sejumlah toko bangunan.

” Ya, digudang distributor kita tidak menemukan ketersediaan semen yang mencukupi. Begitupun ditoko-toko bangunan, walaupun ada, ketersediaannya terbatas. Harganyapun terbilang tinggi,” ungkap Kabid Perdagangan Koperindag Sumbawa Barat, Rahardian,S.Pd.

Menurut Rahardian, penelusuran dilakukan karena dalam sebulan ini terjadi kelangkaan semen di pasaran. Pihaknya ingin tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Informasi yang diperoleh dari dustributor, kelangkaan semen tiga roda disebabkan adanya pemeliharaan mesin pabrik produksi di Tanjun, Kalimantan Selatan, yang berdampak pada jatah pasokan ke NTB berkurang.

” Selain itu ada hambatan distribusi akibat kecilnya kapasitas bongkar pada pelabuhan barang di Pelabuhan Lembar. Sehingga berpengaruh pada bongkar muat barang terutama bongkar kapal pengangkut semen,” imbuhnya.

Rahardian mengakui, kelangkaan semen ini merata terjadi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat ( NTB). Kelangkaan di sertai dengan tingginya harga semen dari harga normal Rp. 64 ribu/sak menjadi Rp. 72 ribu/sak.

” Upaya kita dalam mengatasi kelangkaan semen ini sudah kita laksanakan dengan berkoordinasi melibatkan sejumlah unsur termasuk Kepolisian. Informasi mengenai bongkar muat itu bahkan sudah kita peroleh dimana dalam waktu dekat ini sudah bisa diatasi oleh pihak terkait,” demikian Rahardian. (Kt.01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.