oleh

DPMD KSB Pastikan Pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Agen PDPGR dan Posyandu Dipending

Taliwang, – Pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas serta kemampuan bagi agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) dan kader Posyandu, termasuk program tahunan yang selalu dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), namun untuk tahun ini harus dipending.

“Program dalam rangka meningkatan kapasitas dan kemampuan bagi agen PDPGR dan kader posyandu bukan dihilangkan, tetapi dipending sampai batas waktu yang tidak ditentukan, lantaran kegiatan dimaksud akan mengumpulkan orang banyak pada satu lokasi, sementara kegiatan seperti itu tidak diperbolehkan selama penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),” kata Ahlul Afwan S.Pi selaku Kabid kelembagaan masyarakat sosial budaya dan pemberdayaan gotong royong pada DPMD KSB, saat dikonfirmasi media ini dalam ruang kerjanya kemarin.

Ahlul Afwan mengakui bahwa program peningkatan kapasitas bagi agen PDPGR dan kader Posyandu cukup penting, mengingat warga yang mendapat kepercayaan sebagai agen PDPGR dibutuhkan peran dalam lingkungan masyarakat, termasuk kader posyandu yang akan mendampingi masyarakat untuk bicara soal kesehatan keluarga. “Jika persoalan Covid-19 berakhir dan ada instruksi untuk menyusun program yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2020 ini, maka program pelatihan tersebut akan langsung diusulkan kembali,” lanjutnya.

Jika program dimaksud berpeluang untuk bisa dilaksanakan dalam tahun ini, maka pada tahun mendatang tetap akan diusulkan sebagai program prioritas. “Selama pemerintah masih memanfaatkan jasa para agen PDPGR dan kader Posyandu, maka pelatihan dalam peningkatan kapasitas tetap akan dilaksanakan,” tuturnya.

Program lain yang tidak bisa dilaksanakan adalah pelatihan dalam rangka pembentukan lembaga adat di desa, dimana untuk sekarang ini masih cukup banyak pemerintah desa yang belum menginisiasi pembentukan lembaga desa. “Pada tingkat Kabupaten telah terbentuk Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), jadi lembaga adat ditingkat desa juga disarankan untuk dibentuk,” tegasnya.

Dikesempatan itu Ahlul Afwan menyampaikan juga bahwa program yang juga tidak bisa dilaksanakan dalam tahun ini akibat penyebaran Covid-19 adalah, Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) atau kegiatan yang melibatkan warga masyarakat dengan jumlah banyak. “Untuk kegiatan ini direncanakan puncaknya pada Jum’at (hari ini, red), lantaran ada aktifitas bersama melakukan pembersihan yang melibatkan semua aparatur pemerintah bersama masyarakat,” timpalnya. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.