oleh

Bahas Pariwisata, Komisi II DPRD Sumbawa Barat Gelar Audiensi Bersama WSTF dan Dinas Terkait Sumbawa Barat

KSB NEWS – Demi meningkatkan dan memajukan pariwisata KSB agar lebih baik kedepannya, West Sumbawa Barat Tourism Forum (WSTF) terus melakukan upaya upaya untuk menyuarakan aspirasi kepada pemerintah daerah dengan melakukan Audiensi bersama komisi dua DPRD Sumbawa Barat dan dinas Terkait pada Senin (6/10).

WSTF menyampaikan sembilan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah KSB dalam upaya pengembangan destinasi wisata antara lain.

  1. Pengembangan Pariwisata yang belum terkonsep
  2. Pemetaaan pangsa pasar yang belum terarah
  3. Promosi wisata kurang efektif
  4. Hampir seluruh kawasan wisata dikelola oleh asing dan belum ada pengembangan
  5. Aturan pembelian property oleh WNA masih longgar
  6. Melakukan lokalisasi peredaran minuman beralkohol
  7. Dana Corporate Sosial Responsibility (CSR)
  8. Angka kunjungan wisata yang belum jelas
  9. Transplantasi karang.

Dalam kesempatan itu, ketua WSTF Ruslan Bolin mengatakan bahwa pengembangan wisata Sumbawa Barat bukan lagi berbicara di tatanan konsep, melainkan sudah memasuki pada ranah industri atau bisnis.

” Harus ada kepercayaan dari diri kita sendiri untuk membangun itu, dengan memadukan ide, duduk secara bersama dan menyelesaikan apa yang menjadi permasalahan kita,” kata Bolin.

Kemudian, lanjut Bolin, Sumbawa Barat harus siap menjadi destinasi wisata penyanggah pulau Lombok. Untuk itu, KSB perlu mencetuskan terobosan jitu dalam membangun pariwisata.

” Serta kepada dinas terkait harus fokus terhadap proses pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Dr. Zainuddin, S.H., MM mengatakan bahwa membangun pariwisata membutuhkan proses dan perencanaan yang panjang.

” Boleh kita mencontoh Bali, dengan cara amati, tiru, dan modifikasi yang tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi kita di KSB,” ujar Zainuddin.

Namun, lanjut Zainuddin, karna terbentur dengan belum terbentuknya Raperda Ripparkab ini sehingga dalam mengambil membatasi ruang gerak kita dalam melangkah.

” Mudahan dengan terbentuknya Ripparkab ini akan memudahkan langkah kita untuk mengambil tindakan,” tutup sekdis.(Kr2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.